Polrestabes Semarang Optimistis Ungkap Misteri Mayat Tanpa Kepala dan Terbakar
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
ilustrasi penganiayaan. (Solopos-Dok)
Harianjogja.com, SEMARANG — Motif pelaku penyerangan Kanit Provost Polsek Tlogowungu, Pati, Aiptu Kosrin masih terus diselidiki oleh kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng).
Aiptu Kosrin diserang pelaku yang diketahui bernama Muh Purwadi, 34, warga Regaloh, Tlogowangu, dengan senjata tajam saat sedang bertugas di kantornya, Selasa (27/8/2019).
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Triatmaja, membenarkan kejadian penyerangan anggota Polri dengan senjata tajam di Pati itu. Meski demikian, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan motif apa yang digunakan pelaku hingga nekat menyerang anggota polisi yang tengah bertugas.
“Kalau motif belum, ini masih dalam penanganan Reskrim. Terlebih pelaku saat ini juga sudah dibawa ke RSU Soewondo, Pati. Pemeriksaan medis oleh Biddokes Polda Jateng dilakukan karena kondisi pelaku setelah penangkapan mengalami luka-luka,” ujar Agus kepada wartawan di Semarang, Selasa siang.
Agus mengatakan dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku membacok korban. “Senjata tajam jenis bendo atau parang, dompet warna hitam, dan satu unit motor Yamaha Alfa,” terangnya.
Sementara itu, Aiptu Kosrin yang menjadi korban penyerangan juga mendapat perawatan medis. Ia mengalami luka di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam itu.
“Untuk anggota mengalami luka robek di bagian kepala sepanjang 5 sentimeter [cm],” kata Agus.
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pati, Iptu Suharning, belum bisa menjelaskan secara detail kejadian yang menimpa anggota Provos Polsek Pati itu. Ia mengaku masih berkoordinasi dengan aparat Polsek Pati untuk meminta keterangan secara detail terkait kronologi penyerangan tersebut.
“Nanti saja ya, kami masih menunggu perintah pimpinan. Ini kami juga sedang koordinasi dengan Polsek Tlogowungu,” tuturnya.
Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, sebelum melakukan penyerangan pelaku sempat masuk ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolsek Tlogowungu untuk melapor kehilangan pada pukul 09.30 WIB. Namun, saat itu petugas SPK tengah menerima laporan dari warga lain.
Pelaku pun lantas menuju ke ruang Reskrim Polsek Tlogowungu. Di ruang itu, pelaku rupanya juga tidak bertemu dengan petugas hingga kembali ke ruang SPK. Di ruang itu, pelaku bertemu dengan Aiptu Kosrin dan langsung menyerang dengan senjata tajam.
Pelaku pun sempat melukai Aiptu Kosrin. Meski demikian, korban sempat menangkis dan menendang pelaku hingga berhasil diamankan petugas lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.